Terbit 30 Agustus 2026
Cara Hitung HPP: Untung Rugi Usaha Jadi Jelas
Sumber: BROD Insights · istilah-hari-ini

Setiap pelaku usaha, besar atau kecil, perlu tahu Harga Pokok Penjualan (HPP). Tanpa perhitungan HPP yang tepat, Anda bisa menjual dengan harga terlalu murah dan akhirnya merugi. HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau mendapatkan barang yang nantinya dijual. Contohnya, jika Anda menjual kue, HPP mencakup biaya tepung, telur, gula, dan tenaga kerja untuk membuat kue tersebut.
Cara Menghitung HPP
Untuk usaha dagang (misalnya toko kelontong), rumus HPP sederhana: (Persediaan Awal + Pembelian) – Persediaan Akhir. Persediaan awal adalah stok barang di awal periode, pembelian adalah barang yang dibeli selama periode, dan persediaan akhir adalah stok yang tersisa di akhir periode.
Untuk usaha manufaktur (misalnya pembuatan kerajinan), rumusnya sedikit lebih rumit: Bahan Baku + Tenaga Kerja Langsung + Overhead Pabrik. Bahan baku adalah material utama, tenaga kerja langsung adalah upah karyawan yang terlibat langsung dalam produksi, dan overhead pabrik adalah biaya lain seperti listrik, sewa tempat, atau perawatan mesin.
Contoh Nyata
Misalkan Anda memiliki warung makan. Pada awal bulan, persediaan beras, sayur, dan daging senilai Rp5.000.000. Selama bulan berjalan, Anda beli bahan tambahan senilai Rp10.000.000. Di akhir bulan, sisa bahan senilai Rp2.000.000. Maka HPP untuk bulan itu adalah (Rp5.000.000 + Rp10.000.000) – Rp2.000.000 = Rp13.000.000. Artinya, Anda harus menjual makanan dengan total pendapatan di atas Rp13.000.000 untuk untung.
Tips Praktis
Mulailah dengan mencatat semua pengeluaran untuk produksi atau pembelian barang. Gunakan buku catatan sederhana atau aplikasi akuntansi gratis. Pisahkan biaya produksi dengan biaya lain seperti gaji admin atau sewa kantor. Dengan begitu, perhitungan HPP jadi lebih akurat.