Terbit 21 Agustus 2026
Cara Hitung HPP: Untung Rugi Usaha Jadi Jelas
Sumber: BROD Insights · istilah-hari-ini

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah istilah yang sering terdengar, tapi banyak pelaku usaha pemula yang belum paham cara menghitungnya. HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli barang yang kemudian dijual. Mengetahui HPP membantu Anda menentukan harga jual yang menguntungkan dan menghindari kerugian.
Mengapa HPP Penting?
HPP adalah dasar untuk menentukan laba. Tanpa mengetahui HPP, Anda sulit menentukan harga jual yang tepat. Jika harga jual terlalu rendah, bisnis bisa merugi. Sebaliknya, jika terlalu tinggi, konsumen mungkin enggan membeli. HPP juga membantu Anda memantau efisiensi produksi dan mengidentifikasi area yang bisa ditekan biayanya.
Cara Menghitung HPP
Untuk usaha dagang (tidak memproduksi sendiri), rumus HPP sederhana:
Persediaan awal + Pembelian bersih – Persediaan akhir = HPP
Contoh: Anda menjual baju. Pada awal bulan, persediaan baju Anda senilai Rp10.000.000. Selama bulan itu, Anda beli baju senilai Rp15.000.000. Di akhir bulan, sisa baju senilai Rp5.000.000. Maka HPP = Rp10.000.000 + Rp15.000.000 – Rp5.000.000 = Rp20.000.000.
Untuk usaha manufaktur, rumusnya lebih kompleks karena melibatkan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Tetapi untuk pemula, mulailah dengan rumus sederhana di atas.
Langkah Praktis Menghitung HPP
1. Catat persediaan awal: nilai barang yang tersedia di awal periode. 2. Tambahkan pembelian bersih: total pembelian barang selama periode, dikurangi retur atau potongan. 3. Kurangkan persediaan akhir: nilai barang yang tersisa di akhir periode. 4. Hasilnya adalah HPP untuk periode tersebut.
Gunakan catatan yang rapi agar perhitungan akurat. Jika bisnis Anda kecil, buku catatan sederhana sudah cukup. Jika sudah berkembang, pertimbangkan untuk menggunakan software akuntansi.
Pertanyaan Umum
Apa beda HPP dan harga jual?
HPP adalah biaya untuk menghasilkan atau membeli barang, sementara harga jual adalah harga yang Anda tetapkan untuk menjual barang tersebut. Harga jual idealnya lebih tinggi dari HPP untuk mendapatkan laba.
Apakah HPP sama dengan modal?
Tidak. Modal adalah total dana yang Anda investasikan untuk menjalankan bisnis, sementara HPP hanya bagian dari modal yang digunakan untuk menghasilkan barang yang dijual.
Bagaimana jika persediaan awal nol?
Jika persediaan awal nol, HPP hanya dihitung dari pembelian bersih dikurangi persediaan akhir. Contoh: pembelian bersih Rp20.000.000, persediaan akhir Rp3.000.000, maka HPP = Rp20.000.000 – Rp3.000.000 = Rp17.000.000.