Ringan & Relatable

Terbit 3 September 2026

Cara Hitung HPP: Rumus Sederhana untuk Usaha Kecil

Sumber: BROD Insights · istilah-hari-ini

Cara Hitung HPP: Rumus Sederhana untuk Usaha Kecil

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah istilah yang sering terdengar, tapi banyak pelaku usaha pemula yang belum memahami cara menghitungnya. HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli barang yang nantinya dijual. Mengetahui HPP membantu Anda menentukan harga jual yang menguntungkan dan menghindari kerugian karena harga terlalu murah.

Rumus Dasar HPP

Rumus HPP sederhana adalah: Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir = HPP

Persediaan awal adalah stok barang yang Anda miliki di awal periode (misalnya awal bulan). Pembelian bersih adalah total pembelian barang dagangan dikurangi retur pembelian dan potongan harga. Persediaan akhir adalah sok barang yang tersisa di akhir periode.

Contoh Penerapan di Usaha Kecil

Misalnya, Anda menjual kue bolu. Pada awal bulan, Anda memiliki 50 loyang kue (persediaan awal). Selama bulan itu, Anda membeli 200 loyang kue dengan total biaya Rp 10.000.000. Di akhir bulan, tersisa 30 loyang kue (persediaan akhir).

HPP = (50 loyang) + (200 loyang) – (30 loyang) = 220 loyang. Biaya per loyang = Rp 10.000.000 / 200 = Rp 50.000. Jadi, HPP untuk bulan itu adalah 220 loyang × Rp 50.000 = Rp 11.000.000.

Langkah Praktis Menghitung HPP

1. Catat persediaan awal barang dengan teliti. 2. Catat semua pembelian barang, termasuk biaya pengiriman jika ada. 3. Kurangi pembelian dengan retur atau potongan harga yang Anda terima. 4. Hitung persediaan akhir dengan melakukan stok opname di akhir periode. 5. Masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus HPP.

Dengan mengetahui HPP, Anda bisa menentukan harga jual yang menutupi biaya dan memberikan keuntungan. Misalnya, jika HPP per loyang Rp 50.000, dan Anda ingin untung 20%, maka harga jual minimal adalah Rp 60.000.

Pertanyaan Umum

Mengapa HPP penting untuk usaha kecil?

HPP membantu Anda memahami berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk menghasilkan barang yang dijual. Tanpa HPP, Anda berisiko menjual barang dengan harga yang terlalu rendah, sehingga justru merugi. HPP juga membantu dalam perencanaan keuangan dan pengendalian stok.

Apakah HPP hanya berlaku untuk barang fisik?

Tidak. HPP juga bisa diterapkan untuk jasa, meskipun rumusnya sedikit berbeda. Untuk jasa, HPP bisa berupa biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lainnya yang langsung terkait dengan pemberian jasa tersebut.

Bagaimana jika persediaan awal tidak tercatat?

Jika persediaan awal tidak tercatat, Anda bisa memulai pencatatan dari periode berjalan. Catat semua pembelian dan persediaan akhir, lalu gunakan sebagai dasar untuk periode selanjutnya. Penting untuk mulai mencatat dari sekarang agar data keuangan Anda akurat.


Siap membawa jaringan profesional Anda lebih jauh?

Bergabunglah dengan para profesional dan bisnis yang membangun koneksi lebih aman dan cerdas di BROD.