Terbit 11 September 2026
Pos Indonesia Kembali Tunda Bayar Sukuk, Seberapa Seriuskah?
Sumber: KontanTV

KONTAN - PT Pos Indonesia kembali menunda pembayaran bagi hasil sukuk, memunculkan perhatian terhadap kondisi likuiditas perusahaan. Penundaan kali ini menjadi sorotan karena perseroan mengakui kas yang tersedia belum cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo. Pembayaran yang tertunda merupakan bagi hasil ke-5 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri A hingga Seri C, yang seharusnya dibayarkan pada 28 Agustus 2026. Pos Indonesia menyebut tekanan likuiditas dipengaruhi kebutuhan operasional, pembayaran kepada pihak ketiga, serta kewajiban keuangan lain yang jatuh tempo pada periode yang sama. Untuk memperbaiki kondisi, perseroan melakukan sejumlah langkah mulai dari mempercepat penagihan piutang, mengevaluasi biaya operasional, hingga memperketat pengelolaan kas. Seberapa serius kondisi keuangan Pos Indonesia? Apa dampak penundaan pembayaran ini terhadap pemegang sukuk? Dan bagaimana strategi perusahaan untuk memenuhi kewajibannya? 📌 Simak pembahasan lengkap mengenai: Penundaan pembayaran bagi hasil sukuk Pos Indonesia Kondisi likuiditas yang dihadapi perseroan Penyebab kas belum mencukupi seluruh kewajiban Langkah efisiensi dan percepatan penagihan piutang Strategi memperketat pengelolaan arus kas Risiko bagi investor pemegang sukuk Prospek penyelesaian kewajiban Pos Indonesia Penundaan pembayaran sukuk menjadi indikator yang perlu dicermati, tetapi tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kondisi keuangan perusahaan. Kemampuan Pos Indonesia memperbaiki arus kas dan memenuhi kewajibannya berikutnya akan menjadi perhatian investor. Jangan lupa Like, Comment, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan berita terbaru seputar Pos Indonesia, sukuk, BUMN, dan pasar keuangan hanya di KONTAN TV. Instagram: Facebook: Twitter:
Baca sumber aslinyaArtikel Terkait
Rektor IPB dan Calon Kepala Badan Pengelola Gambut Tiba di Istana Jelang Pelantikan
Cegah Karhutla, Wamenko Pangan Soroti Kanal Gambut RI 3-4 Kali Keliling bumi
Prabowo Kembali Reshuffle Kabinet, Lantik Wakil Menteri Pertahanan dan Kepala BNPB
Prabowo Lantik Maruli Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Jadi KSAD