Terbit 22 September 2026
Minyak Tembus US$100, Ini Saham Petrokimia Yang Untung & Tertekan
Sumber: CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sempat kembali menembus level USD100 per barel di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga berbagai produk petrokimia mulai dari naphtha, benzene, paraxylene, ethylene glycol hingga berbagai jenis resin plastik. Selengkapnya dalam program Closing Bell CNBC Indonesia (Selasa, 22/09/2026) berikut ini. Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: Facebook Page: Instagram: Tiktok: Spotify:
Baca sumber aslinyaArtikel Terkait
Rektor IPB dan Calon Kepala Badan Pengelola Gambut Tiba di Istana Jelang Pelantikan
Cegah Karhutla, Wamenko Pangan Soroti Kanal Gambut RI 3-4 Kali Keliling bumi
Prabowo Kembali Reshuffle Kabinet, Lantik Wakil Menteri Pertahanan dan Kepala BNPB
Prabowo Lantik Maruli Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Jadi KSAD