Berita & Update Industri

Terbit 28 September 2026

Suku Bunga Tinggi & Perang Belum Usai, Investasi Dana Pensiun Lari ke Mana?

Sumber: CNBC Indonesia TV

Suku Bunga Tinggi & Perang Belum Usai, Investasi Dana Pensiun Lari ke Mana?

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global telah mendorong kenaikan inflasi dan membuat bank sentral global termasuk bank sentral AS, The Fed mengerek suku bunga acuan. Menilik kondisi volatillitas yang masih tinggi, industri keuangan termasuk dana pensiun mewaspadai dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Direktur Utama Dana Pensiun Perkebunan, Edwind Sinaga menyebutkan saat bunga The Fed naik sementara BI Rate ditahan sehingga spread keduanya tidak lebih Dari 200 bps dan berdampak pada tekanan dinilai tukar Rupiah. Saat Rupiah terus melemah maka Bank Indonesia dimungkinkan untuk mengerek suku bunga, hal ini tentu saja akan berimbas ke ekonomi dan industri termasuk dana pensiun. Saat ini portofolio dana pensiun 60-70% masih ditempatkan di fixed income seperti deposito, selain itu dapen juga fokus mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral. Seperti apa strategi investasi dana pensiun hadapi suku bunga tinggi? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Utama Dana Pensiun Perkebunan, Edwind Sinaga dalam Power Lunch, CNBC (Senin, 28/09/2026) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: Facebook Page: Instagram: Tiktok: Spotify:

Baca sumber aslinya

Siap membawa jaringan profesional Anda lebih jauh?

Bergabunglah dengan para profesional dan bisnis yang membangun koneksi lebih aman dan cerdas di BROD.