Terbit 22 Agustus 2026
Bocoran Bos Freeport Soal Produksi Smelter dan Refinery & Masa Depan Tambang Freeport Pasca 2041
Sumber: CNBC Indonesia TV

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony memastikankomitmen PTFI dalam memperkuat pertambangan tembaga terintegrasi hulu ke hilir untuk mendukung perekonomian nasional. Dalam rangka menjaga keberlangsungan produksi, PTFI bersiap untuk mengeksplorasi Tambang Kucing Liar pada tahun 2029 dengan investasi sebesar Rp 72 Triliun. Tambang Kucing Liar memiliki potensi cadangan 130-240 ribu ton bijih per hari sehingga bisa memproduksi metal tembaga sekitar 7 miliar pound dan emas 7 juta ounces. PT Freeport Indonesia memperkirakan cadangan tambang Kucing Liar bisa digali hingga tahun 2051 jauh diatas Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlangsung hingga 2041. Nantinya akan ada divestasi 12% saham Freeport-McMoRan di PTFI tanpa mekanisme jual-beli sebagai bagian perpanjangan IUPK pasca-2041. Tony Wenas juga menyampaikan perkembangan operational 2 smelter di Manyar, Jawa Timur yang sudah mulai berproduksi baru 25% akibat gangguan produksi di hulu tambang. Sementara untuk metal refinery terus berlangsung dengan produksi 20 ton yang akan diserap oleh PT Antam. Seperti apa masa depan pertambangan di Freeport Indonesia? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 20/08/2026) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: Facebook Page: Instagram: Tiktok: Spotify:
Baca sumber aslinya